Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Tugas 3



KESALAHAN DALAM PENALARAN

Salah nalar adalah sebuah gagasan, pikiran, kepercayaan, atau simpulan yang salah, keliru, atau cacat.
Jenis-jenis salah nalar :
a.    Deduksi yang salah
Simpulan dari suatu silogisme dengan diawali premis yang salah atau tidak memenuhi persyaratan.
b. Generalisasi terlalu luas
            Salah nalar ini disebabkan oleh jumlah premis yang mendukung generalisasi tidak seimbang dengan besarnya generalisasi itu sehingga simpulan yang diambil menjadi salah.
c. Pemilihan terbatas pada dua alternatif
            Salah nalar ini dilandasi oleh penalaran alternatif yang tidak tepat dengan pemilihan jawaban yang ada.
d. Penyebab Salah Nalar
            Salah nalar ini disebabkan oleh kesalahan menilai sesuatu sehingga mengakibatkan terjadinya pergeseran maksud.
e. Analogi yang Salah
            Salah nalar ini dapat terjadi bila orang menganalogikan sesuatu dengan yang lain dengan anggapan persamaan salah satu segi akan memberikan kepastian persamaan pada segi yang lain.
f. Argumentasi Bidik Orang
            Salah nalar jenis ini disebabkan oleh sikap menghubungkan sifat seseorang dengan tugas yang diembannya.
g. Meniru-niru yang sudah ada
            Salah nalar jenis ini berhubungan dengan anggapan bahwa sesuatu itu dapat kita lakukan kalau orang lain melakukan hal itu.

Syarat-syarat kebenaran dalam penalaran :
Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.
§  Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
§  Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.

Sumber :



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tugas 2


METODE PENALARAN

Penalaran dibagi menjadi 2 metode , yaitu :
  1. Penalaran Deduktif
  2. Penalaran Induktif
·         PENALARAN DEDUKTIF
            Penalaran yang bertolak dari sebuah konklusi/kesimpulan yang didapat dari satu atau lebih pernyataan yang lebih umum. Dalam penalaran deduktif terdapat premis. Yaitu proposisi tempat menarik kesimpulan. Penarikan kesimpulan secara deduktif dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Penarikan secara langsung ditarik dari satu premis. Penarikan tidak langsung ditarik dari dua premis. Premis pertama adalah premis yang bersifat umum sedangkan premis kedua adalah yang bersifat khusus.
            Berikutnya, Shurte dan Pierce (dalam Siregar, 2009:19) menyatakan bahwa penalaran deduktif merupakan proses penalaran dari pengalaman umum atau prinsip umum yang menuntut kita membuat kesimpulan atau sesuatu yang khusus. Argumen deduksi disebut valid/ sah, jika premisnya benar dan kesimpulannya benar dan bila premisnya salah maka kesimpulannya salah. Matlin (dalam Siregar, 2009:20) menjelaskan bahwa penalaran deduktif terbagi atas dua bagian yaitu kondisional dan silogisme.
Jenis penalaran deduksi yang menarik kesimpulan secara tidak langsung yaitu : 
  1. Silogisme Kategorial;
  2. Silogisme Hipotesis;
  3. Silogisme Akternatif;
  4. Entimen.
·         PENALARAN INDUKTIF
            Penalaran yang bertolak dari penyataan-pernyataan yang khusus dan menghasilkan simpulan yang umum.
Bentuk-bentuk Penalaran Induktif : 
a. Generalisasi : Proses penalaran yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum.
b) Analogi : Cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama.
c. Hubungan kausal : penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan.

Macam hubungan kausal :
1)                  Sebab- akibat.
            Hujan turun di daerah itu mengakibatkan timbulnya banjir.
2)         Akibat – Sebab.
            Andika tidak lulus dalam ujian kali ini disebabkan dia tidak belajar dengan baik.
3)         Akibat – Akibat.
            Ibu mendapatkan jalanan di depan rumah becek, sehingga ibu beranggapan jemuran di rumah basah.

Sumber :



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tugas 1


DEFINISI PENALARAN

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Penalaran menghubung-hubungkan data atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu simpulan. Fakta atau data yang akan dinalar itu boleh benar dan boleh tidak benar. Kalimat pernyataan yang dapat dipergunakan sebagai data itu disebut Proposisi.
Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
Studi tentang penalaran matematis berkaitan erat dengan proses berpikir manusia untuk menarik sebuah kesimpulan tertentu. Beberapa ahli mendefinisikan dari sudut pandang yang berbeda. Berikut definisi penalaran menurut beberapa ahli.
  1. Tim Balai Pustaka (dalam Wildan, 2010:21) mengatakan penalaran adalah cara menggunakan pemikiran atau cara berpikir logis, cara mengembangkan atau mengendalikan sesuatu dengan nalar dan bukan dengan perasaan atau pengalaman, dan proses mental dalam mengembangkan atau mengendalikan pikiran dari beberapa fakta atau prinsip.
  2. Penalaran menurut Shurter dan Pierce (dalam Wildan, 2010:20) sebagai terjemahan dari istilah “reasoning” dapat didefinisikan sebagai proses pencapaian kesimpulan logis berdasarkan fakta dan sumber yang relevan, atau merupakan kemampuan mengidentifikasikan atau menambahkan argumentasi logis yang diperlukan siswa untuk menyelesaikan soal.
  3.            Copi (dalam Rahman, 2011:15) mendefinisikan penalaran sebagai bentuk khusus dari berpikir dalam upaya pengambilan penyimpulan konklusi yang digambarkan premis.
  4. Keraf (dalam Shadiq, 2004:2) menjelaskan penalaran (reasoning) sebagai proses berpikir yang berusaha menghubungkan fakta-fakta atau evidensi-evidensi yang diketahui menuju suatu kesimpulan.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpilkan bahwa penalaran adalah suatu proses kognitif berupa penarikan kesimpulan (konklusi) dari argumen (premis) yang sudah dianggap valid. Sebagai contoh dari pengetahuan tentang nilai diskriminan dari suatu persamaan kuadrat adalah satu dapat disimpulkan bahwa persamaan kuadrat tersebut akan memiliki akar-akar yang berbeda dan real.
Sumber :




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS