Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Tugas 2


METODE PENALARAN

Penalaran dibagi menjadi 2 metode , yaitu :
  1. Penalaran Deduktif
  2. Penalaran Induktif
·         PENALARAN DEDUKTIF
            Penalaran yang bertolak dari sebuah konklusi/kesimpulan yang didapat dari satu atau lebih pernyataan yang lebih umum. Dalam penalaran deduktif terdapat premis. Yaitu proposisi tempat menarik kesimpulan. Penarikan kesimpulan secara deduktif dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Penarikan secara langsung ditarik dari satu premis. Penarikan tidak langsung ditarik dari dua premis. Premis pertama adalah premis yang bersifat umum sedangkan premis kedua adalah yang bersifat khusus.
            Berikutnya, Shurte dan Pierce (dalam Siregar, 2009:19) menyatakan bahwa penalaran deduktif merupakan proses penalaran dari pengalaman umum atau prinsip umum yang menuntut kita membuat kesimpulan atau sesuatu yang khusus. Argumen deduksi disebut valid/ sah, jika premisnya benar dan kesimpulannya benar dan bila premisnya salah maka kesimpulannya salah. Matlin (dalam Siregar, 2009:20) menjelaskan bahwa penalaran deduktif terbagi atas dua bagian yaitu kondisional dan silogisme.
Jenis penalaran deduksi yang menarik kesimpulan secara tidak langsung yaitu : 
  1. Silogisme Kategorial;
  2. Silogisme Hipotesis;
  3. Silogisme Akternatif;
  4. Entimen.
·         PENALARAN INDUKTIF
            Penalaran yang bertolak dari penyataan-pernyataan yang khusus dan menghasilkan simpulan yang umum.
Bentuk-bentuk Penalaran Induktif : 
a. Generalisasi : Proses penalaran yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum.
b) Analogi : Cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama.
c. Hubungan kausal : penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan.

Macam hubungan kausal :
1)                  Sebab- akibat.
            Hujan turun di daerah itu mengakibatkan timbulnya banjir.
2)         Akibat – Sebab.
            Andika tidak lulus dalam ujian kali ini disebabkan dia tidak belajar dengan baik.
3)         Akibat – Akibat.
            Ibu mendapatkan jalanan di depan rumah becek, sehingga ibu beranggapan jemuran di rumah basah.

Sumber :



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tugas 1


DEFINISI PENALARAN

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Penalaran menghubung-hubungkan data atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu simpulan. Fakta atau data yang akan dinalar itu boleh benar dan boleh tidak benar. Kalimat pernyataan yang dapat dipergunakan sebagai data itu disebut Proposisi.
Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
Studi tentang penalaran matematis berkaitan erat dengan proses berpikir manusia untuk menarik sebuah kesimpulan tertentu. Beberapa ahli mendefinisikan dari sudut pandang yang berbeda. Berikut definisi penalaran menurut beberapa ahli.
  1. Tim Balai Pustaka (dalam Wildan, 2010:21) mengatakan penalaran adalah cara menggunakan pemikiran atau cara berpikir logis, cara mengembangkan atau mengendalikan sesuatu dengan nalar dan bukan dengan perasaan atau pengalaman, dan proses mental dalam mengembangkan atau mengendalikan pikiran dari beberapa fakta atau prinsip.
  2. Penalaran menurut Shurter dan Pierce (dalam Wildan, 2010:20) sebagai terjemahan dari istilah “reasoning” dapat didefinisikan sebagai proses pencapaian kesimpulan logis berdasarkan fakta dan sumber yang relevan, atau merupakan kemampuan mengidentifikasikan atau menambahkan argumentasi logis yang diperlukan siswa untuk menyelesaikan soal.
  3.            Copi (dalam Rahman, 2011:15) mendefinisikan penalaran sebagai bentuk khusus dari berpikir dalam upaya pengambilan penyimpulan konklusi yang digambarkan premis.
  4. Keraf (dalam Shadiq, 2004:2) menjelaskan penalaran (reasoning) sebagai proses berpikir yang berusaha menghubungkan fakta-fakta atau evidensi-evidensi yang diketahui menuju suatu kesimpulan.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpilkan bahwa penalaran adalah suatu proses kognitif berupa penarikan kesimpulan (konklusi) dari argumen (premis) yang sudah dianggap valid. Sebagai contoh dari pengetahuan tentang nilai diskriminan dari suatu persamaan kuadrat adalah satu dapat disimpulkan bahwa persamaan kuadrat tersebut akan memiliki akar-akar yang berbeda dan real.
Sumber :




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tugas Softskill 3 (Resensi Artikel)

1. Data Publikasi


Judul              : Bunga Bangkai Semaian Biji Mekar  

Penulis            : Antony Lee  

Penerbit          : Surat Kabar Harian Kompas  

Tanggal           : 27 September 2011  

No. Halaman  : 12  

Tema               : Lingkungan (Tumbuhan)  



2. Sinopsis 

        Bunga Bangkai (Amorphophallus titanum) hasil penyemaian biji tahun 2000 akhirnya mekar setinggi 3,01 meter di Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat. Dan ini merupakan kasus pertama yang terjadi di Indonesia. Bunga semaian biji itu tumbuh sejak Rabu pada 21 September 2011 lalu yang ditandai dengan bau seperti bangkai tikus, sekitar pukul 15.00. Keesokan harinya berkembang menjadi bunga sempurna yang tumbuh dan bertahan hingga beberapa hari lagi.

        Umbi tanaman bergenus amorphophallus ini tak pernah mati. Saat bunga layu dan membusuk, umbi menumbuhkan daun menjulang hingga membusuk dan mati. Data literatur di luar negeri, bunga bangkai dari biji hingga berbunga membutuhkan waktu 6-7 tahun.

      Keberhasilan proses tanam itu memberi tambahan informasi tentang siklus bunga bangkai. Selain itu, tanaman itu juga bisa memberi variasi sifat karena bukan berasal dari satu indukan saja.

        Tahun 2000, tim periset Kebun Raya Cibodas di bawah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menanam satu umbi bunga bangkai hasil eksplorasi di Taman Nasional Kerinci Seblat Jambi. Tahun 2002, diambil 25 biji bunga bangkai lalu disemai di Kebun Raya Cibodas.



3. Keunggulan

        Artikel “Bunga Bangkai Semaian Biji Mekar” mengangkat tema tentang lingkungan atau lebih mengarah pada Tumbuhan. Artikel ini berisi tentang pendeskripsian bagaimana tumbuhan bunga bangkai itu. Melalui artikel ini penulis dapat memberikan informasi tentang bunga bangkai. Menjadikan para pembaca lebih mengetahui apa itu bunga bangkai, bagaimana pengembangbiakkannya, dan sebagainya.  


4. Kelemahan

        Harusnya dalam artikel “Bunga Bangkai Semaian Biji Mekar” ini disertai dengan kelas ordo dari jenis tumbuhan bunga bangkai dengan tumbuhan suweg, agar diketahui keterhubungan dari 2 jenis tumbuhan itu.  



5. Pendapat

        Akhir Artikel “Bunga Bangkai Semaian Biji Mekar” yang bertema lingkungan ini sudah cukup baik. Karena di dalamnya berisi informasi-informasi yang dapat menambah pengetahuan pembaca mengenai bunga bangkai. Namun, penjelasannya kurang menyeluruh, karena yang dijelaskan lebih mengarah kepada pertumbuhan bunga bangkai itu sendiri. Jika di dalam artikel ini juga dijelaskan awal mulanya bunga bangkai tersebut, maka akan membuat artikel ini menjadi lebih sempurna.  



6. Lampiran  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS